Cara Membangun Rumah di Tanah Bergerak Paling Lengkap dan Rinci

Membangun rumah di tanah bergerak membutuhkan perlakuan khusus. Dalam membangun sebuah bangunan kita tidak bisa sembarangan, karena kita harus memastikan berbagai macam faktor salah satunya adalah faktor tanah. Jenis tanah sendiri ada yang disebut tanah bergerak, lalu bagaimana cara membangun rumah di tanah bergerak? Apa saja yang Sobat Citinews butuhkan? Simak artikel ini sampai selesai.

Cara Membangun Rumah di Tanah Bergerak Paling Lengkap dan Rinci

Dalam membangun rumah, pastinya Sobat Citinews harus berkomunikasi kepada arsitek dengan baik dalam menentukan berbagai hal. Contohnya seperti, denah rumah, biaya pembangunan, dan masalah teknis lainnya seperti penentuan pondasi. Pondasi tanah gerak sendiri umumnya menggunakan pondasi model cakar ayam karena pondasi jenis ini cocok untuk kondisi yang tanahnya gerak, lembek, lahan gambut atau berlumpur.

Sebelum lanjut ke cara membangun rumah pada tanah bergerak alangkah baiknya Sobat Citinews mengetahui dulu kira-kira apa saja sih ciri-ciri tanah gerak yang perlu diketahui?

Ciri-Ciri Tanah Bergerak

Ciri-ciri tanah gerak sangat mudah untuk diidentifikasi, sehingga Sobat Citinews tidak akan kesulitan dalam mendefinisikan apakah tanah yang akan dibangun rumah termasuk tanah gerak atau bukan. Ciri-ciri tanah bergerak lembek adalah saat musim hujan tiba maka tanahnya seolah-olah menyatu. Kemudian, saat kemarau tiba justru tanahnya akan mengalami retak-retak dengan lebar 15cm. Kedalaman retakan tanah bergerak sendiri bisa mencapai 1,50m yang biasanya terjadi pada daerah ekstrim. Lalu bagaimana cara membangun rumah di tanah bergerak? Berikut caranya!

Cara Membangun Rumah di Tanah Bergerak

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bangun rumah di tanah gerak bisa menggunakan pondasi cakar ayam. Pondasi ini cocok untuk rumah bertingkat maupun satu lantai saja. Umumnya, jarak yang ideal antar pondasi kira-kira 3 hingga 4 meter saja, lalu ukurannya adalah kisaran 80cm x 80cm x 20cm (tebal). Sobat Citinews juga bisa menggunakan ukuran persegi dengan ukuran berkisar 70cm x 90cm x 20cm (tebal).

Cara membangun rumah di tanah bergerak apabila di kondisi tanah berlumpur, Sobat Citinews harus memastikan bahwa sebelum dicor, pastikan pondasi di bagian bawahnya harus dipasang trucuk dulu dengan kedalaman ideal adalah 2 sampai 5 meter . Trucuk yang digunakan dapat berupa kayu gelam, kayu ulin, atau dolken dengan jumlah kira-kira 9-16 per titiknya.

Pada bangunan yang relatif besar dan memiliki tingkat yang tinggi, Sobat Citinews bisa mengganti trucuk dengan borpile atau tiang pancang.

Perbedaan diantara kedua hal tersebut adalah, bahwa borpile mengharuskan Sobat Citinews untuk mengebor tanah terlebih dahulu, lalu bisa dipasang pada rangkaian besi dengan begel spiral lalu dimasukkan ke adukan beton dan terakhir dipadatkan.

Adapun tiang pancang sendiri, Sobat Citinews diharuskan untuk mencetak tiangnya terlebih dahulu barulah dipancangkan. Jika rumah yang akan dibangun memiliki satu atau dua lantai, maka Sobat Citinews dapat menggunakan besi berdiameter 12 mm, dengan jarak ideal sekitar 10-12 cm. Sobat Citinews juga perlu ingat, bahwa selimut beton yang digunakan untuk konstruksi di bawah tanah minimalnya adalah 3 cm.

Selanjutnya apabila cor pondasi yang digunakan adalah 80 cm x 80 cm x 20 cm, maka ukuran tekukan besi pada bagian luarnya adalah 74 cm x 74 cm x 14 cm. Perhitungannya, jika lebar 74cm, dan jaraknya 10 cm, maka jumlah besi yang dibutuhkan adalah 74 : 10 = 7,4 (bisa Sobat Citinews bulatkan menjadi 8 buah), ditambah lagi di bagian tepi 1 menjadi 9 buah.

Dikarenakan 2 arah, maka jumlah besinya dapat dikali 2 sehingga 9×2 = 18 buah. Adapun panjang 1 tekukan besi adalah (2×0,74)+ (2 x0,14) + kait (2x 0,10) = 1.48 + 0,28 + 0,20 = 1.96 meter.

Lalu, jika satu pondasi jumlahnya 18 buah, maka panjang yang dibutuhkan adalah 18 x 1,96 = 35,28 meter. Apabila 1 batang besi dianggap panjang minimal adalah 10,70 meter (termasuk bagian yang terbuang), maka per pondasi memerlukan 35,28 / 10,70 = 3,3 batang.

Bagaimana? Cara membangun rumah di tanah bergerak ini cukup mudah bukan perhitungannya? Setelah Sobat Citinews mengetahui perhitungan matematis pada tanah bergerak seharusnya Sobat Citinews tidak akan kebingungan lagi kedepannya. Apakah Sobat Citinews sudah tercerahkan dengan artikel cara membangun rumah di tanah bergerak ini?

Itulah cara membangun rumah di tanah bergerak dengan mudah, pastikan Sobat Citinews juga menyesuaikan perhitungannya dengan kondisi tanah yang akan dibangun rumah. Semoga bermanfaat!

Referensi:

  1. http://jagobangunan.com/article/read/pondasi-setempat-solusi-terbaik-untuk-tanah-bergerak
  2. https://panellantaiaac.com/tips-membangun-pondasi-rumah-menyesuaikan-jenis-tanah/
  3. https://www.ruparupa.com/blog/pondasi-cakar-ayam-untuk-rumah-tinggal-sebenarnya-bernama-pondasi-setempat-foot-plat/

Leave a Reply